Merauke, Papua Selatan — Yayasan Pemuda untuk Perdamaian Indonesia (YPPI) melakukan dialog bersama masyarakat adat di Merauke, Papua Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat aspirasi masyarakat serta melakukan advokasi terkait pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Merauke.
Dalam dialog tersebut, Alfred Pabika selaku Ketua Umum YPPI memberikan sosialisasi dan membuka ruang diskusi bersama masyarakat adat untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, pandangan, serta kekhawatiran masyarakat terkait pembangunan yang berlangsung di wilayah mereka.
Alfred Pabika menegaskan bahwa pembangunan dapat berjalan, namun hak-hak masyarakat adat tidak boleh diabaikan.
“Proyek pembangunan boleh berjalan, tetapi hak masyarakat adat jangan kemudian diabaikan. Itulah sebabnya kami dari Yayasan Pemuda untuk Perdamaian Indonesia hadir langsung di Merauke untuk menjaring aspirasi masyarakat adat dan menyampaikannya kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.” Ujar Ketua Umum
Menurut YPPI, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi penting agar berbagai kebijakan pembangunan tidak hanya dilihat dari sisi pembangunan fisik dan investasi, tetapi juga memperhatikan keberadaan masyarakat adat, ruang hidup, tanah, budaya, serta hak-hak masyarakat yang telah hidup dan diwariskan secara turun-temurun.
Dialog yang mengangkat tema “YPPI untuk Menguatkan Aspirasi, Membangun Dialog Bersama Masyarakat Merauke, Papua Selatan” tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dan membangun komunikasi yang konstruktif.
YPPI juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong dialog antara masyarakat adat dan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, dengan harapan setiap proses pembangunan dapat dilaksanakan secara inklusif, transparan, dan tetap menghormati hak masyarakat adat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta kerangka Otonomi Khusus Papua yang berkaitan dengan perlindungan masyarakat adat.
Momentum Hari Tani Nasional
Di tengah momentum Hari Tani Nasional, YPPI menilai penting untuk kembali mengingatkan bahwa tanah dan ruang hidup memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya masyarakat adat yang memiliki hubungan sosial, budaya, dan ekonomi dengan wilayah yang mereka tempati.
Pembangunan harus berjalan dengan menghormati, mengakui, dan melindungi hak masyarakat.
YPPI akan terus membangun dialog, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta mendorong komunikasi dengan para pemangku kepentingan agar pembangunan di Papua Selatan dapat berlangsung dengan memperhatikan kepentingan masyarakat adat.
“Mari bersama terlibat dalam mengawal ruang hidup, memperkuat dialog, dan memperjuangkan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.”
Yayasan Pemuda untuk Perdamaian Indonesia (YPPI)
