YPPI Dorong Pemuda Jadi Penggerak Perdamaian dan Penjaga Identitas Budaya

JAKARTA – Yayasan Pemuda untuk Perdamaian Indonesia (YPPI) menempatkan generasi muda sebagai salah satu kekuatan penting dalam membangun perdamaian sekaligus menjaga keberlanjutan […]

YPPI Dorong Pemuda Jadi Penggerak Perdamaian dan Penjaga Identitas Budaya
Bagikan WA f

JAKARTA – Yayasan Pemuda untuk Perdamaian Indonesia (YPPI) menempatkan generasi muda sebagai salah satu kekuatan penting dalam membangun perdamaian sekaligus menjaga keberlanjutan budaya dan identitas masyarakat adat di Indonesia.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat yang dibawa YPPI sejak dideklarasikan pada 4 September 2026.

Ketua Umum YPPI, Alfred Pabika, menilai generasi muda memiliki posisi strategis karena berada di antara warisan nilai-nilai masyarakat terdahulu dan tantangan pembangunan masa depan.

Pemuda tidak hanya diharapkan menjadi penerus tradisi, tetapi juga mampu tampil sebagai aktor yang aktif dalam pendidikan, pembangunan sosial, perlindungan lingkungan, serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan dialog dan perdamaian.

Menurut YPPI, perubahan sosial yang berlangsung cepat membuat generasi muda perlu mendapatkan ruang yang lebih besar untuk mengembangkan kapasitas, kepemimpinan, serta kemampuan berorganisasi.

Hal tersebut menjadi semakin penting khususnya bagi generasi muda dari komunitas masyarakat adat yang menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas dan kebudayaan di tengah perubahan sosial dan pembangunan.

YPPI memandang perlindungan terhadap masyarakat adat tidak cukup hanya berorientasi pada masa lalu.

Keberlanjutan masyarakat adat juga ditentukan oleh sejauh mana generasi mudanya memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, memperoleh pendidikan, menjaga budaya, mempertahankan lingkungan, serta ikut menentukan masa depan komunitas mereka.

Karena itu, sejumlah program yang dikembangkan YPPI akan diarahkan pada pendidikan, penguatan kapasitas, penelitian, advokasi, dokumentasi budaya, kampanye publik serta pembangunan jaringan kerja sama.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima program, tetapi turut menjadi penggerak berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perdamaian Melalui Dialog

YPPI juga menekankan pentingnya dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Perbedaan kepentingan dalam pembangunan, pengelolaan wilayah, pemanfaatan sumber daya maupun persoalan sosial membutuhkan pendekatan yang mampu mempertemukan berbagai pihak.

Dalam konteks tersebut, generasi muda dinilai mempunyai peluang besar menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil.

Dengan pengetahuan yang semakin luas dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, pemuda dapat berperan sebagai bagian dari solusi sekaligus menjaga nilai-nilai lokal yang dimiliki masyarakat.

Jaga Budaya dan Lingkungan

Selain perdamaian, pelestarian budaya dan lingkungan menjadi isu penting dalam agenda YPPI.

Masyarakat adat selama ini memiliki hubungan yang erat dengan tanah, hutan, sumber daya alam serta tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, menjaga masyarakat adat juga berarti menjaga pengetahuan lokal dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

YPPI berharap generasi muda dapat menjadi penerus yang mampu menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan kemampuan modern.

Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan generasi yang tetap kuat dalam identitasnya, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional.

Melalui semangat kolaborasi tersebut, YPPI ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga mempunyai kepedulian terhadap masyarakat, kebudayaan, lingkungan serta perdamaian Indonesia.